Jumat, 30 Oktober 2015

spm nasional purwokerto

SPM Nasional Purwokerto Terbessar / No 1 Dari 99 SMK Pelayaran Swasta Di Indonesia




Purwokerto, BEDAnews.com
Kepala SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) SPM (Sekolah Pelayaran Menengah) Nasional Purwokerto, H. Warman Soeharno, SH, SE, MM, Kamis (13/8) telah melantik 224 siswa sekolah SPMN tersebut yang telah melaksanakan proses pendaftaran, seleksi dan diterima untuk mengikuti masa orientasi siswa (mos) dan latihan dasar ketarunaan (latdastar).
“Sebagai siswa baru kelas I tahun pelajaran 2015/2016 yang baru dilantik, saya ucapkan selamat dan sukses, jadilah taruna/taruni yang beriman dan bertaqwa, disiplin, taat pada aturan sekolah, tekun belajar, menjaga korps sekolah, mendukung program pendidikan dan selalu berbakti kepada kedua orang tua,” ujar kepala SPMN Warman Suharno dalam sambutan pada upacara pelantikan para siswa yang berseragam uniform warna putih dan dihadiri olehkepala PPSDM Kementerian Perhubungan Jakarta, Danrem 071 Wijaya Kusuma Banyumas, Muspida (Bupati, Dandim 0701 dan Kapolres) Banyumas, kepala dinas Pendidikan, pimpinan perbankan, pengurus paguyuban SMK Pelayaran se Jateng dan DIY serta yayasan Pendidkan Nasional dan Orang tua/wali murid siswa baru TP 2015/2016.
Menurut Warman, SMK SPM Nasional Purwokerto salah satu dari 122 SMK Pelayaran dan Akademi Pelayaran yang diselenggarakan oleh lembaga diklat swasta. Indonesia memiliki 23 diklat pelayaran tingkat akademi (ANT/ATT III) dan 99 diklat pelayaran tingkat SMK (ANT/ATT IV).
SMK SPM Nasional Purwokerto adalah terbesar/nom dari 99 SMK Pelayaran Swasta di Indonesia. Pada saat ini harus melaksanakan regulasi/peraturan PM 70 tahun 2010. Hal ini SMK-SPMN Purwokerto terkait:
1.     Pendidkan dan pelatihan pelayaran diatur oleh Kementrian Pendidkan Nasional dan Kementrian Perhubungan yang mengacu pada IMO (International Maritime Organization)
2.     IMO mengatur adanya STCW 1978 (Standart of Training, Sertivication and Watckeeping) for Seaferers.
3.     STCW 1978 mengalami perubahan (amandement) sebanyak 9 kali
4.     Amandement yang ke 9 disebut resolution 19 STCW for Seaferers Manila 2010.
Lebih jauh Warman menjelaskan, pemerintah Indonesia saat ini akan membangun 24 dermaga/pelabuhan secara merata. Dunia termasuk Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun ke depan membutuhkan 1 juta tenaga pelaut, peluang untuk kalian sebagai tenaga pelaut cukup besar.
“Untuk itu SMK-SPM Nasional Purwokerto saat ini persiapan dan akan melaksanakan Aprofal kepada kementrian Perhubungan dan target selambat-lambatnya Desember 2015 telah mendapatkan sertifikat Approfal dari Kementrian Perhubungan karena Kementrian Perhubungan sebagai mitra dan IMO. Demi kemandirian diklat dan selamat dari PM70 tahun 2010,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyumas Ir Achmad Husein yang hadir dalam sambutannya menegaskan bahwa negara Indonesia merupakan negara maritim, dimana sekitar dua pertiga wilayahnya berupa perairan laut. Hal ini tentu memerlukan penanganan yang profesional dan terpadu dengan memberdayakan seluruh potensi komponen bangsa. Terutama SDM pelayaran/kelautan. Terlebih di era perdagangan bebas Asean, SDM bidang pelayaran dan kelautan kita tentunya menghadapi tantangan dan persaingan yang tidak ringan.
Data di lapangan menunjukkan bahwa sekaran ini kebutuhan tenaga kerja bidang maritim di dunia sangat besar yakni mencapai 320 ribu per tahun. Kondisi ini tentunya merupakan sebuah peluang bagi negara kita untuk penyiapan tenaga kerja bidang maritim.
“Namun demikian, sejauh ini Indonesia baru mampu menyediakan tenaga kerja bidang maritim (pelaut) sekitar 10 persen, selebihnya dipasok dari negara China , India, Bangladesh, Pakistan, Filiphina dan Afrika,” katanya.
Menurut Bupati Husein, tantangan tersebut harus disambut dengan suka cita oleh generasi muda, khususnya yang menekuni bidang kelautan, dengan belajar secara tekun dan bersungguh-sungguh sehingga mampu menjadi SDM pelayaran yang potensial, profesional, dan berdaya saing.
Selanjutnya, Bupati mengakhiri sambutannya dengan menyanyikan lagu nenek moyangku orang pelaut yang kemudian diiringi oleh musik drum band “Gema Samudra”, dilanjutkan dengan acara hiburan dengan menampilkan atraksi musik drumban, seni tari/ senam balok fisik dan diakhiri dengan penampilan grup kenthongan “Gema Laras Samudra”, seluruhnya dimainkan oleh para siswa-siswi SMK SPMN Purwokerto (Widoyo/Agles)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar